TikTok Jadi Aplikasi Terpopuler Bulan Lalu di Amerika

Fenomena TikTok di Indonesia memang terjadi sangat luar biasa. Bagaimana tidak, mulai dari anak kecil, remaja, orang dewasa hingga orang tua terkena virus TikTok.

TikTok merupakan aplikasi yang memungkinkan pengguna membuat video dengan berbagai latar efek dan suara yang bisa membuat kreatifitas penggunanya bisa keluar. Saat ini bahkan ada beberapa pengguna TikTok yang sangat terkenal dan menjadi perbincangan.

Untuk diketahi, sebenarnya TikTok merupakan aplikasi yang digabungkan dengan aplikasi sejenis yang bernama Musical.ly. Perusahaan China Bytedance tahun lalu mengakuisisi Musical.ly dan menggabungkan layanan itu dengan TikTok hingga menjadi aplikasi seperti saat ini.

Dilansir dari Apptopia, TikTok bahkan berhasil mengalahkan jumlah pemasang Facebook, Instagram, Snapchat, dan YouTube di Amerika untuk bulan Oktober 2018. Hingga kini, jumlah pengguna yang memasang TikTok bertambah hingga 30 juta pengguna dalam 3 bulan terakhir.

Untuk pengguna aktif TikTok sendiri, setidaknya ada 100 hingga 130 juta pengguna aktif bulanan aplikasi ini.

Mengapa TikTok bisa bertumbuh sangat pesat?

Kesuksesan Bytedance mengangkat TikTok masuk ke jajaran aplikasi elit saat ini ternyata tidak lepas dari yang namanya iklan. Ya, iklan.

Bagi pegiat SEO dan sejenisnya, tentu sudah sangat memahami bagaimana pentingnya iklan tersebut. Bytedance yang merupakan perusahaan yang sedang mempersiapkan produk pun melakukan cara yang sama.

Bytedance menggunakan berbagai layanan advertising networks. Dengan jaringan pengiklan yang beragam, TikTok mulai dikenal dan bisa menyaring lebih banyak pengguna setiap bulannya. Pertumbuhan tercepat di Amerika bulan lalu, dan bisa saja terus berkembang membuat TikTok bisa menjadi lebih besar dibandingkan saat ini.

Pencapaian TikTok ini bisa menjadi inspirasi bagi Anda yang saat ini sedang membuat produk dan ingin memasarkan hingga mencapai target yang di-inginkan.

Mampu melihat potensi pasar dan juga bisa mengemas dengan baik, ditunjang dengan iklan yang tepat sasaran bisa menjadi langkah cerdas mengorbitkan suatu produk. TikTok menjadi bukti bahwa iklan masih menjadi salah satu hal yang bisa mengangkat pamor suatu produk khususnya jika ingin berkembang lebih cepat.

Jenis Iklan Yang Dilarang di Facebook

Facebook saat ini masih menjadi situs jejaring sosial nomor 1 di dunai. Pengguna Facebook diprediksi terus bertumbuh seiring dengan perkembangan yang terus dilakukan oleh perusahaan besutan Mark Zuckerberg tersebut.

Meskipun pada awalnya Facebook tidak menjalani model bisnis ads, tapi kini perubahan dalam manajemen perusahaan membuahkan berbagai kebijakan baru. Salah satu halnya adalah pengiklanan atau ads. Kini Facebook menjadi salah satu platform favorit bagi banyak orang untuk memasang iklan selain di Google AdWords milik Google.

Bagi mereka yang memiliki produk dan ingin di-iklankan, kini Facebook ads bisa menjadi alterantif lain selain AdWords karena juga memiliki pengguna yang besar.

Berbicara tentang ads di Facebook, ada aturan-aturan yang harus dipatuhi sehingga bagi kamu yang ingin mengiklankan suatu produk, jasa atau lainnya harus mengetahui beberapa iklan yang dilarang oleh pihak Facebook.

Apa saja iklan yang dilarang oleh pihak Facebook?

#1. Obat tak bersertifikat

Saat ini semakin marak praktik jual beli online, dan Facebook menjadi salah satu tempat pengiklan yang dipilih oleh banyak penjual. Sayangnya, jika kamu merupakan penjual obat-obatan yang belum memiliki sertifikat, maka kamu tidak diperkenankan untuk memasang iklan di Facebook.

Alasan Facebook untuk tidak mau menjadi pengiklan obat tak bersertifikat tentu saja untuk mencegah penyebar luasan informasi mengenai obat yang tak bersertifikasi yang belum tentu aman.

#2. Produk dewasa

Facebook memiliki ragam pengguna, mulai dari berbagai kalangan, umur dan lainnya. Dengan berbagai ragam ini, Facebook juga menyesuaikan aturan sesuai dengan negara setempat.

Di Indonesia, membicarakan seks masih menjadi salah satu hal yang tabu – dan untuk itu pula Facebook melarang untuk mengiklankan produk dewasa seperti obat kuat dll.

#3. Produk yang melanggar hak cipta

Mungkin di Indonesia masih banyak orang yang tidak terlalu menganggap penting hak cipta. Contoh paling mudah adalah, masih banyak orang yang memilih membeli produk kw(palsu) dibandingkan produk asli.

Jika kamu ingin menjual produk kw atau produk yang melanggar hak cipta lainnya, maka kamu tidak akan bisa memasang iklan di Facebook.

#4. Senjata

Mungkin ini sudah sangat jelas alasannya. Senjata merupakan produk yang tidak diperbolehkan untuk di-iklankan di Facebook.

#5. Produk kontroversial

Mungkin bagi sebagian orang, membuat produk yang mengandung kontroversi bisa mendongkrak penjualan. Meski begitu, di Facebook, kamu tidak diperkenankan memasang iklan jika mengandung hal kontroversial seperti SARA.

Jadi, jika kamu ingin memasang iklan di Facebook, pastikan bahwa hal-hal diatas tidak termasuk didalam produk yang kamu iklankan.

Google Tak Lagi Scanning Gmail Untuk Menargetkan Iklan

Google secara mendadak mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka akan menghentikan praktik pemindaian inbox dari pengguna Gmail gratis mereka untuk menargetkan para pengguna tersebut dengan Iklan AdWords yang dipersonalisasi. Langkah ini membawa mereka sejalan dengan G Suite populer mereka yang mencakup versi perusahaan dari Gmail yang tidak memindai email.

Google akan melakukan perubahan akhir tahun ini. Untuk pengguna, ini berarti iklan akan kurang ditargetkan, setidaknya sejauh pesan email mereka pergi.

Gmail G Suite sudah tidak digunakan sebagai masukan untuk personalisasi iklan, dan Google memutuskan untuk mengikutinya akhir tahun ini di layanan Gmail konsumen gratis kami. Konten Gmail konsumen tidak akan digunakan atau dipindai untuk personalisasi iklan apa pun setelah perubahan ini. Keputusan ini membawa iklan Gmail sejalan dengan cara kami mempersonalisasi iklan untuk produk Google lainnya.”

Tetapi bagi pengiklan, ini akan memiliki dampak yang jauh lebih besar, karena mereka akan kehilangan sumber iklan hasil personalisasi yang signifikan. Namun, karena Google memiliki banyak metode lain untuk menargetkan pengguna, kerugian mungkin tidak signifikan karena mungkin muncul.

Cara iklan lain dari Google

Masih akan ada iklan yang ditampilkan di Gmail, jadi Google tidak menghilangkan iklan dalam Gmail dengan perubahan ini. Mereka hanya mengubah penggunaan scanning kotak masuk berkaitan dengan bagaimana iklan tersebut dipilih untuk muncul.

Google sendiri memang banyak menargetkan penghasilan dari iklan. Berbagai layanan Google memang banyak digunakan secara gratis, namun pemasukan lain yang dilakukan oleh Google adalah dengan pengiklanan.

Dengan jumlah pengunjung dari berbagai layanan Google yang ada, ini memang membuat Google menjadi salah satu perusahaan dengan penghasilan terbesar di dunia hingga saat ini. Ini pun belum termasuk dari berbagai media sosial seperti Youtube dan layanan populer lainnnya.

Kepopuleran berbagai produk Google tak heran membuat banyak pengiklan mulai beralih menggunakan jasa atau layanan yang tersedia dari Google. Ada pun Google hingga saat ini masih menjadi situs pencarian nomor satu di dunia, jauh meninggalkan berbagai kompetitornya dari berbagai perusahaan.